Ubuntu 8.04

Malam Minggu 21:55 PM, sambil diiringi bunyi guruh saya baru saja online. Dingin2 gini enaknya ngapain yah?? Mau chatting sepi banget, mau browsing pengen update blog. Okey, update blog saja.

Sudah sekian lama saya memakai Linux, mungkin sekitar setahun. Padahal saya mendengar kata Linux pada saat SMP kelas 2 pada tahun 2002. Kala itu saya membeli majalah komputer yang bagus & mahal karena saat itu harganya masih Rp. 45.000,00. Padahal uang saku saya hanya Rp. 1000,-. Walhasil saya pun menabung untuk membeli majalah itu. Isi majalahnya yaitu tentang komparasi sistem operasi yang ada di dunia ini yaitu Windows, Linux & Macintosh. Menarik sekali ulasan yang diberikan oleh pengarangnya, dari  keunggulan serta kisah dibaliknya. Adapun produk sistem operasinya yaitu Windows XP dari Microsoft, Mandrake untuk Linux & MacOSX dari Macintosh. Setelah membaca dengan penuh semangat, saya baru mengerti bahwa sistem operasi komputer tidaklah Windows saja, melainkan ada OS komputer lain yang juga dipakai oleh warga dunia. Ada Windows XP dengan propretary & kemudahan pemakaian, ada Mandrake yang mengutamakan komunitas, tak berbayar serta software yang seabrek & MacOSX dengan grafisnya yang bagus, mahal & dipakai oleh orang yang berduit & designer kelas atas. Yang sangat menarik bagi saya saat itu yaitu Mandrake, salah satu distribusi Linux yang tak berbayar alias gratis. Saya pun tak habis pikir ada OS yang dibuat dengan susahnya dijual dengan harga gratis??? Saya pun membandingkan dengan OS Windows yang tentu saja user harus membelinya per cd untuk satu komputer yang saat itu masih Rp. 2.000.000.-!!. Sungguh suatu hal yang sangat bertolak belakang sama sekali!! Pada saat itu saya belum tahu menahu tentang Macintosh dengan MacOSXnya, jadi saya tidak bisa membandingkannya. Sejak itulah saya sangat penasaran sekali dengan Linux, sudah free, bebas virus & dengan tampilan desktopnya. Apa yang menarik dari Linux jika dibandingkan dengan Windows pada saat itu.

Akhirnya saya menjawab rasa penasaran saya setelah 6 tahun kemudian!. Sungguh waktu yang sangat lama mengingat sekarang saya sudah menginjak usia 22 tahun. Saya baru saja mempunyai Linux sekitar setahun yang lalu. Itupun secara kebetulan saat saya masih kuliah kilat saya selama 2 bulan. Kisahnya, saya bertanya iseng pada sahabat, apakah anda mempunyai Linux. Teman saya pun menjawab bahwa dia mempunyai 4 cd Linux kiriman dari Belanda katanya. Saya pun semakin bersemangat bertanya. Linuxnya apaan? tanya saya pada teman. Dia menjawab ada Ubuntu, Kubuntu, Ubuntu Server & Edubuntu. Sungguh sangat asing di telinga saya mendengar kata-kata itu. Setelah bertanya lebih lanjut diketahui bahwa Linuxnya yaitu Ubuntu 8.04! Saya pun bertanya dari mana mendapatkannya??, teman saya menjawab tinggal memesan saja di Shipit. Owww,Shipit??? apa lagi tuh??. Saya pun belum mengerti akan hal itu & cepat-cepat saya meminjam cd Linux Ubuntu 8.04 serta saya burn di cd lain. Karena sangat penasaran langsung saya coba & install di dalam Windows karena Ubuntu 8.04 terdapat fasilitas untuk itu dengan wubinya. Dengan berbekal ilmu nol besar tentang cara install, tetapi dengan memakai Wubi sangat membantu sekalai. Tinggal mengatur besarnya partisi Linux di Windows, lalu install. Saat itulah pengalaman saya menginstall Ubuntu walau memakai Wubi.

5 pemikiran pada “Kisah saya mengenal Linux

  1. gue juga sama dari taon 2002, cuma bedanya gue langsung pake mandrake yg dikasih bokap, taon 2004 gue pake suse 9.1 (selama 4 taun berturut-turut pake opensuse), pake ubuntu juga baru setaun neh

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s