Install Opera Web Browser 10.10 di Ubuntu

Bosan dengan browser Mozilla Firefox atau Google Chrome di komputer anda? Apakah anda ingin mencoba browser yang lain?? Masih banyak Internet Browser yang belum kita ketahui & manfaatkan. Salah satu browser yang terkenal PC &  Mobile Gadget ini bernama Opera Web Browser. Dengan versi yang terbaru yaitu Opera Web Browser 10.10, Opera 10.10 menghadirkan berbagai keunggulan tersendiri dibanding pesaingnya. Berikut  ini keunggulan Opera 10.10 yang dilansir dari webnya.

1. Opera Turbo : salah satu fitur Opera 10.10 yang berfungsi untuk mengompress halaman Web & menambah kecepatan browsing Internet

2. Opera Unite : yaitu aplikasi Opera untuk berbagi data dengan teman anda dengan cepat & besarnya inbox yaitu 10 GB

3. Mempunyai bentuk  elegan & cantik yang mencerminkan pengalaman browsing anda

Untuk mengetahui keunggulan Opera 10.10 silahkan klik di sini.

Keunggulan Opera 10.10

Opera Web Browser ini tersedia unduhannya untuk sistem operasi Linux, Macintosh, Windows, FreeBSD & Open Solaris. Untuk lengkapnya klik di sini.  Pada postingan ini saya akan menjelaskan langkah-langkah menginstall Opera Web Browser di Linux khususnya Ubuntu, berikut penjelasannya :

1. Unduh Opera Web Browser terlebih dulu, untuk Ubuntu silahkan klik di sini. Bagi pengguna distro Linux yang lain bisa anda klik drop downnya

Opera untuk Ubuntu
Opera 10.10 untuk Distro Linux yang lainnya
Opera 10.10 tersedia untuk berbagai sistem operasi

2. Setelah mengunduh Opera Web Browser file .deb, silahkan anda langsung klik 2 kali pada file .debnya untuk melakukan installasi

3.Muncul jendela Installasi Opera, klik Install lalu isi password anda & Apply. Proses installasi akan berjalan otomatis.

Bila installasi Opera telah selesai, silahkan anda coba performanya di Aplikasi>Internet>Opera.

Selamat mencoba!

Mengganti Mirror di Ubuntu

Bagi pengguna Linux khususnya Ubuntu, menginstall berbagai aplikasi membutuhkan koneksi Internet untuk mendownload paket-paketnya. Adapun paket-paket ini yang juga disebut dengan Repositori terdapat pada web server(mirror). Semakin dekat mirror yang kita pakai dengan tempat kita maka semakin cepat proses download paket-paketnya. Pada postingan kali ini saya akan menjelaskan tentang panduan mengganti mirror yang berada di Indonesia karena kita hidup di Indonesia. Berikut langkah-langkahnya

1. Buka Synaptic Package Manager, klik Sistem>Administrasi>Synaptic Package Manager. Isi password anda lalu Enter.

2. Terbuka jendela Synaptic Package Manager yang berisi berbagai paket-paket Software.

Untuk mengganti mirrornya klik Settings>Repository. Muncul jendela Sofware Sources.

3.  Pada bagian Download From, klik drop downnya lalu pilih Other

4. Muncul jendela Choose a Download Server, cari pilihan negara Indonesia. Setelah memilih negara Indonesia, muncul pilihan berbagai mirror yang berada di Indonesia. Untuk percontohan kita memilih Server Kambing.ui.ac.id sebagai mirrornya.

5. Klik kambing.ui.ac.id lalu klik Choose Server

6. Lalu klik close untuk keluar dari jendela Software Sources, kemudian klik Reload untuk update paket-paketnya

Proses download akan terjadi secara otomatis yang berarti anda telah sukses mengganti mirror di Synaptic Package Manager.

Daftar VGA yang di blacklist oleh Compiz

Compiz Fusion

Tidak semua efek desktop yang indah di Linux dapat berfungsi di semua VGA komputer. Untuk dapat menikmati efek desktop tersebut tentunya kita memiliki VGA yang telah disupport oleh Compiz Fusion & mumpuni seperti VGA ATI & Intel. Dari semua VGA ATI & Intel itupun tidak semuanya mendukung. Ada beberapa tipe VGA yang tidak bisa menampilkan efek desktop & ada yang bisa menampilkan efek desktop dengan sedikit modifikasi. Berikut daftar VGA ATI & Intel yang di blacklist oleh Compiz Fusion yang dikutip langsung dari compiz.org.

Vendor Card PCI ID’s compiz-manager blacklist Reason
ATI Rs480 1002:5954

1002:5854

1002:5955

Yes Driver not stable enough (Upstream request)
ATI Rv350 1002:4153 Yes https://bugs.launchpad.net/ubuntu/+source/ubiquity/+bug/134893
Intel 965 8086:2982

8086:2992

8086:29a2 8086:2a02 8086:2a12

Yes XV does not play with XAA under compiz, only with EXA

Langkah mudah mengembalikan GRUB pada Ubuntu Jaunty, Sabily Taibah, Blankon Nanggar & Linux Mint Gloria

Pagi-pagi pukul 5:46 AM, setelah bangun dari tidur teringat akan langakah-langkah mengembalikan GRUB pada Ubuntu Jaunty. Sebelum inspirasi itu hilang, dengan segera saya menuliskannya di blog saya. Pada kali ini GRUB bisa hilang karena install Windows pada PC yang menerapkan dual booting. Seperti kasus yang biasa terjadi OS Windowsnya mulai dijangkiti banyak Virus, Intruder, Spyware, Trojan serta Adware yang memuakkan. Dengan install berbagai anti virus pun tidak menyurutkan banyaknya penyakit tersebut. Biasanya langkah yang diambil oleh user yaitu melakukan install ulang pada Windowsnya. Anda jangan tanyakan tentang keaslian Windowsnya, karena posting ini tidak membahas hal tersebut 😀 . Akibat yang terjadi bila install ulang Windows pada sistem dual boot dengan Linux adalah hilangnya GRUB pada komputer. Hal ini terjadi karena pada saat proses install ulang Windows. Windows melakukan proses pengembalian MBR(Master Boot Record) ke posisi awal. Itulah sebabnya GRUB bisa lenyap dari PC. Namun bagi anda pengguna Linux jangan khawatir bila anda mengalami peristiwa ini. Berbagai cara telah tersedia untuk mengembalikan GRUB ini. Pada postingan ini saya akan menjelaskan langkah-langkah mengembalikan GRUB pada Ubuntu Jaunty, Sabily Taibah, Blankon Nanggar serta Linux Mint Gloria. Dari ke semua distro Linux yang saya sebutkan tadi adalah masih satu keturunan dari Ubuntu Jaunty Jackalope/9.04. Langkah-langkahnya pun tidak jauh berbeda karena masih satu angkatan tersebut.

Inilah GRUB yang hilang itu

Baiklah, berikut langkah-langkahnya

1. Siapkan dulu cd distro Ubuntu Jaunty Jackalope bila  memakai Ubuntu Jaunty, serta siapkan cd untuk masing-masing desktop Linux yang telah saya sebutkan tadi.

2. Atur BIOS agar bisa melakukan booting pada CD, lalu jalankan cd Linux anda

3. Setelah memasuki lingkungan desktopnya, kita buka dulu Terminal

4. Pertama kita masuk sebagai rootnya dengan mengetikkan #sudo su

5. Setelah memasuki mode root, selanjutnya kita mencari  root GRUB Windows & Linux anda dengan ketik #find /boot/grub/stage1

Lalu Enter.

6. Setelah melakukan langkah di atas, akan tampil root GRUBnya. Sebagai contoh yaitu

(0,6)>milik Windows

(1,0)>Milik Linux

Karena kita akan menginstall kembali GRUBnya maka ketikkan perintah berikut

#root (1,0) lalu Enter

7. Setelah selesai dilanjutkan dengan menuliskan perintah berikut untuk menginstall GRUBnya

#setup (hd0)

Lalu Enter

8. Proses penginstallan GRUB pun terjadi, bila telah berhasil melakukan proses install akan tertera kata-kata “succes”

9. Lalu keluar dari mode root dengan mengetikkan #exit

10. Restart komputer anda untuk mengetahui keberhasilan langkah-langkah ini

Selamat mencoba!

Install Sabily 9.04 Taibah di Laptop Lenovo G450-4362

Lenovo G450-4362

Malam Minggu 2 Desember 2010, kembali saya mengingat pengalaman saya dalam menginstall Linux di Laptop teman. Pertama kali saya mendapat mandat untuk menginstall Linux bermula dari sebuah sekolah Madrasah Aliyah(MA) yang baru membeli Laptop Lenovo G450-4362 berkekuatan Intel Dual Core T4300 2.1 Ghz, 1024 MB DDR3HDD 160 GB, DVDRW, Intel GMA X4500, Modem/Lan/Wifi/14.1″ LCD, Bluetooth, Speaker serta Webcam seharga Rp. 4.800.000,-.

Awalnya teman saya itu meminta kepada saya untuk menginstallkan Windows Vista ke Lenovo G450, tetapi saya sarankan untuk memakai Linux saja yang lebih bagus dengan berbagai keunggulannya. Singkat kata saya pun memboyong Lenovo G450-4362 ke rumah untuk menjalani operasi lanjut. Dengan bermodal koneksi Internet Speedy saya ditambah cd Linux Blankon, Ubuntu Jaunty Jackalope serta Sabily Taibah operasi pun terjadi. Dengan spesifikasi Laptop yang sangat bagus sekali, proses installasi pun sangat ringan & cepat. Pada tahap pertama operasi saya memakai Ubuntu Jaunty sebagai sistem operasinya serta penambahan berbagai aplikasi yang dibutuhkan.

Esok harinya saya menyerahkan pada teman saya karena pertimbangan segera dipakai. Pada akhir minggu kemudian saya pun memboyong kembali untuk melakukan penyempurnaan di sana-sini. Tak disangka-sangka saya malah berniat mengganti Ubuntu Jaunty dengan Blankon Nanggar, saya lakukan penggantian sistem operasi ke Blankon dengan pertimbangan memakai produk Indonesia serta desktopnya yang mudah dimengerti selain menggunakan Bahasa Indonesia. Proses penggantian pun terjadi & sekali lagi saya mulai segalanya dari awal. Setelah dirasa cukup, saya pun mengembalikan Lenovo tersebut ke teman saya. Pada minggu berikutnya saya membawa pulang Laptop itu lagi karena saya meminjam cd Sabily Taibah bonus INFOLINUX milik Pak Ari. Saya berpikir inilah distro yang pas untuk sekolah Madrasah Aliyah yang bernuansa Islami. Dan lagi-lagi saya mengoperasi ulang Lenovo itu untuk membenamkan Sabily Taibah ke harddisk Lenovo itu.

Lenovo G450-4362 bertenaga Sabily Taibah

Setelah selesai menginstall Sabily Taibah serta ditambah dengan berbagai penyempurnaan, saya pun turut serta menginstall Windows lewat Virtualbox. Hal ini saya lakukan dengan pertimbangan karena guru-guru yang belum tahu sama sekali tentang Linux bisa melakukan perkenalan sedikit demi sedikit walaupun masih tergantung dengan Windows. Segalanya saya atur sedemikian rupa sehingga tak tampak bila Sabily Taibah mengandung Windows.

Dengan bangga saya menyerahkan Laptop tersebut kepada teman saya & menjelaskan bahwa bila di dalam Linux ini juga telah terinstall Windows untuk berjaga-jaga bila mereka kaget dengan Linux. Hari demi hari pun berlalu tak ada kabar lagi mengingat Laptop tersebut sudah saya setting sempurna. Kejadian menggemparkan pun terjadi, sekitar 3 minggu saya tidak menanyakan kabar Lenovo berLinux itu & saat saya tanyakan kepada teman saya tentang kabar Laptopnya bahwa telah diinstall ulang WIndows Vista full bajakan.

Perjuangan selama ini pun telah hilang seiring hilangnya buih di lautan. Betapa mirisnya Sabily Taibah saya telah dibabat habis. Tak habis pikir, saya pun bertanya pada teman saya itu tentang alasan install ulang dengan Windows Vista. Lagi-lagi alasan biasa terucapkan, teman saya berujar bahwa guru-guru keberatan memakai Linux karena tidak terbiasa memakainya.

Teman saya pun disuruh untuk install ulang di toko komputer dengan biaya Rp. 85.000,-. Wow, sungguh biaya yang ter amat mahal bila dibandingkan dengan saya yaitu free cash & free support center.Sungguh kenyataan yang sangat pahit setelah melihat guru-guru itu menjadi manusia konsumtif yang hanya ingin segalanya mudah. Padahal jelas-jelas saya sudah install Windows ke dalamnya, tetapi yang menyedihkan teman saya tidak memperlihatkan Windows di dalam Linux ke guru-guru. Akhirnya saya pun pasrah dengan keadaan ini toh saya memperoleh keuntungan dengan tidak lagi memperhatikan Laptop itu lagi. Sekali lagi kemalasan menghambat kemajuan suatu individu disertai budaya konsumtif yang sudah berakar.

Budaya malas+konsumtif harus segera dihabisi untuk kemajuan bangsa