Assalamu’alaikum semuanya?

Sabayon KDE 5.5 KDE with Glass Effect

Baru saja memasang Sabayon 5.4 eh malah keluar rilisnya yang versi 5.5. Tentu saja hal ini tak saya sia-siakan & dengan cepat mengunduh ISO Sabayon versi 5.5 KDE version di Roket net. Mengapa saya memilih untuk mengunduhnya lagi padahal bisa dengan mudah melakukan upgrade Sabayon dari versi 5.4 ke versi 5.5 & kenapa saya memilih untuk mengunduh Sabayon versi KDE? berikut ceritanya😀 .

Proses upgrade distro Linux khususnya Sabayon ini pastilah memerlukan koneksi internet yang kenceng & wuzz seperti Hayabusa sedangkan kecepatan koneksi internet yang saya miliki paling banter 10 kph jadi impossible untuk melakukan proses upgrade. Jangankan proses upgrade, saat saya masih menggunakan edisi 5.4 proses updatenya pun tersendat karena koneksinya sangat jelek. Oleh karena itu saya memutuskan untuk melakukan install ulang saja ke versi yang lebih baru.

KDE 4.5.5

Adapun saya memilih desktop KDE karena saya sangat jenuh berkutat dengan lingkungan GNOME. Ditambah lagi setelah melihat versi KDE 4.6 yang merupakan versi terbarunya yang terlihat sangat menarik & elegan menurut saya. Diputuskanlah untuk beralih ke Sabayon 5.5 KDE x86_i686 secepatnya!

Setelah pesanan unduh Sabayon 5.5 jadi maka saya langsung menginstall dengan partisi root 25 GB, 2 GB swap & sisanya home. Dengan proses installasi yang cepat(10 menit) saya telah memiliki Sabayon di Lenovo G450 fresh KDE version. Tampilan KDE yang khas dengan plasma & Kickoff menunya menghiasi desktop Sabayon 5.5.

Selanjutnya saya melakukan pengecekan di antaranya wvdial telah terinstall sehingga proses koneksi modem ZTE AC2726 saya tidak ada masalah. Untuk aplikasinya saya kira lebih lengkap daripada Sabayon  GNOME yang dulu misalnya untuk multimedia telah terinstall VLC & Clementine player. Kendati memakai KDE versi 4.5.5 yang bukan versi terbaru sudah membuat saya senang bermain-main pada desktopnya. Untuk koneksi wifi & pengenalan hardwarenya juga bagus pada edisi 5.5 ini.

Adapun kekurangan yang saya rasakan saat memakai Sabayon 5.5 KDE ini yaitu tingginya penggunaan memorinya. Hal ini terlihat saat saya menggunakan Sabayon untuk kegiatan internet & multimedia beserta Kwin enable telah memakan hampir 90% memori. Meski terdapat swap 2GB tetap saja dibebankan pada memori utamanya sehingga sering saya alami hang beberapa saat karena fullnya memori. Meski dapat diakali dengan mematikan efek Kwinnya saya rasa masih belum puas, sepertinya saya harus mengupgrade kartu memori saya menjadi 2GB bila ada duit😀 . Di samping masalah memori ada dua masalah lain yang sedang saya cari solusinya yaitu tidak aktifnya click touchpad serta tombol printscreen yang tak berfungsi. Selebihnya semuanya all is well lho😀.

Demikianlah sedikit cerita tentang Sabayon 5.5 KDE saya ini, dengan desktop KDE tentunya sangat menyenangkan emosi saya saat ini. Terima kasih😀 .

9 pemikiran pada “Memasang Sabayon 5.5 KDE di Lenovo G450

    1. gak mesti Om, waktu dulu pakek PC dengan 512mb ram kuat kok buat mainan Kubuntu sama PCLinuxOS. makanya saya heran dengan Sabayon ini yang sama2 KDE & memiliki RAM 1GB masih belum cukup.

      1. sepertinya bisa dibuat bening gitu dengan memasang tema transparan/glass & memodifikasi opacity pada ccsm.untuk tema gnome diunduh di gnome-look.org sedang untuk opacity silahkan bermain ccsm.di google juga banyak tutorialnya,silahkan disearch ya😀

  1. weleh, saya juga pasang sabayon 5.5
    dilihat dari segi fisik OK, segi performa OK juga, akhirnya selingkuh dari opensuse.

    klo ditulisannya mas ada kendala KWin menghabiskan banyak memori, menurut saya ada kesalahan di driver VGA nya, coba mas download driver VGA dari situs vendor nya lalu pasang, mungkin driver yang bawaan sabayon masih ada bugs nya. pengalaman di opensuse dulu juga gitu.
    CMIIW

    welcome Sabayon Linux Five Oh!
    open your source open your mind dont open your dress :p

    1. makasih komennya Om😀 .
      setelah saya selidiki ternyata penggunaan memorinya tidak setinggi yg saya kira & masih dalam tahap penggunaan normal. hal ini terjadi karena saya menggunakan command top di konsol & hasilnya memori hampir full.adapun saya tahu bahwa penggunaan memorinya normal saya ketahui dengan memakai commad htop di terminal.
      saya masih blank di sabayon ini, untuk memasang paket di sabayon tak semudah ubuntu lho😀 .

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s