Inspirasi Pengaturan Partisi :D

Assalamu’alaikum Om  & Tante semua ? 😀

Saat saya mengatur ulang partisi agar teratur & memasang 2 OS lain yaitu Ubuntu & PCLinuxOS, saya diberi saran dari om Anggi yaitu pembagian partisinya diatur menjadi begini dari total harddisk 160GB

– 130 GB ntfs untuk data (primer)

– 15 GB untuk Ubuntu (primer)

– 15 GB untuk distro lain (primer)

Untuk point pertama tentang 130 GB data ntfs adalah berguna untuk tempat data penting kita yang bertempat pada partisi tersendiri sehingga aman dari resiko hilang. Partisi ini jatahnya data kita, untuk install OS memakai partisi lain.

untuk poin kedua & ketiga yaitu kita atur masing-masing partisi besarnya 15GB atau sesuai kesukaan, yang penting cukup untuk menginstall distro Linux. Dalam hal ini partisi sebesar 15GB hanya digunakan untuk filesystemnya saja, tidak perlu membuat /home saat penginstallannya. Dengan partisi masing-masing 15GB adalah sangat memungkinkan untuk melakukan dual boot di komputer kita.

Saya baru menyadari bahwa susunan partisi tersebut sangat bagus terutama bagi yang suka gonta-ganti OS serta tidak memiliki harddisk eksternal. Belajar dari masa lalu saat saya mengalokasikan sebagian besar partisi harddisk untuk /home, tiba waktu ingin install OS lain mau tak mau harus pinjam harddisk ekternal untuk menyelamatkan data saya yang berdiam di /home. Dengan susunan partisi di atas saya bisa dengan bebas  memasang distro Linux tanpa repot memindahlan data karena sudah berdiam pada partisi khusus 😀 .

Cara di atas sama sekali tidak terpikirkan oleh saya sebelumnya sampai teman saya yaitu Om Anggi yang memberi ide tersebut.

Demikian & terima kasih 😀 .

Memasang Wvdial di PCLinuxOS 2010.12 KDE

Assalamu’alaikum Om & Tante? 😀

Dimulai dengan selesainya memasang distro PCLinuxOS dengan lancar, proyek berikutnya yaitu menghubungkan modem ZTE AC2726 agar bisa berinternetan di PCLinuxOS. Untuk mengetahui apakah modem saya telah terdetek cukup dengan membuka konsol lalu masuk sebagai root & lsusb. Hasilnya modem saya telah terdeteksi dengan baik oleh PCLinuxOS.

Dengan ilmu kira-kira saya membuka netapplet & network managernya PCLinuxOS untuk menkonfigurasi modem ini & hasilnya gagal total. Proses gagalnya terjadi saat sesi PCLinuxOS meminta nomor PIN. Setahu saya sih modem yang saya pakai tak ada PINnya sehingga saya kosongi lalu next, hasilnya gagal. Saya coba lagi dengan mengisi password 1234 (PINnya 4 digit) juga gagal, sungguh agak pusing saat menyetting modemnya 😀

Kembali saya memakai Ubuntu untuk mencari tahu problem modem ini & saya temukan banyak sekali problem pada netapplet serta network managernya. Satu-satunya cara yang memungkinkan untuk menghubungkan modem dengan keadaan saya saat itu (no wifi no dsl) yaitu menggunakan wvdial. Dengan memakai wvdial maka modem bisa terhubung ke internet & tentunya modem tersebut harus terdeteksi dulu. Problem berlanjut pada paket wvdial yang tidak terinstall pada PCLinuxOS KDE ini, perlu memutar otak lagi bagaimana cara mendapatkan paket wvdial. Setelah browsing ke sana ke mari saya menemukan trit di forum pclinuxos.com yang intinya untuk memasang wvdial diperlukan 2 paket dependensi lain yaitu libxplc & libwvstream. Saya pun segera mengunduh paket yang dibutuhkan tadi selain wvdial di kambing.ui.ac.id satu per satu untuk kemudian saya pasang & hasilnya sukses untuk menjalin koneksi internet via wvdial.

Lanjutkan membaca “Memasang Wvdial di PCLinuxOS 2010.12 KDE”

Installing PCLinuxOS 2010.12 on Lenovo G450

Assalamu’alaikum semuanyaa?

Beberapa hari yang lalu saya melakukan repartisi ulang harddisk laptop saya dikarenakan susunannya sangat kacau. Dengan harddisk bawaan sebesar 160 GB, saya alokasikan 130GB ntfs untuk data, 15 GB untuk Ubuntu Lucid Remaster & sisanya untuk distro lain. Singkat cerita proses install & back up data berjalan sukses & thanks untuk harddisk eksternalnya Anggi yang saya pinjam untuk media back upnya 😀 .

Setelah pemindahan data ke laptop & install Ubuntu selesai, saya lanjutkan dengan menginstall distro Open SUSE 11.4 KDE di partisi sisanya. Setelah bermain-main sejenak saya memutuskan untuk tidak memakainya lagi karena kemampuan saya yang cetek serta susahnya mengubungkan modem yang saya miliki. Ngoprek kembali berlanjut dengan mengganti distro OpenSUSE dengan PCLinuxOS 2010.12 KDE!

Lanjutkan membaca “Installing PCLinuxOS 2010.12 on Lenovo G450”