Bismillah Wassalamu’alaikum

Motor trail identik bentuknya dengan motor cross, motor dg lingkar pelek besar 18-21 memakai ban kembangan offroad yg biasanya dipakai untuk ngebut di sirkuit tanah itu. Motor trail juga identik dg kegiatannya yakni touring di medan tanah serta masuk hutan2 gitu yg biasanya dijuluki “TRABAS” .

Saban akhir pekan biasanya motor2 trail atau trail jadi2an pun keluar kandang berikut ridernya yg style cross gitu, berkonvoi di jalanan yg biasanya full kotor tanah liat🙂 . Motor trail yg dipakai pun beragam merek, mulai dari motor bebek 2 tak sampai kelas atas macam KTM pun hadir untuk trabas ini. Tak heran motor2 trail ini suaranya menggelegar saat dipacu di jalan saat tengah konvoi itu.

230820143314
KLX 150 siap trabas tapi …🙂

Motor trail spek trabas ini pun biasanya sudah dimake up sedemikian rupa sehingga bisa buat naik turun gunung serta wheellie dg mudah. Penggantian karburator ,gear set,modif sasis & knalpotpun wajib dilakukan agar bisa “terbang”🙂 . Bahkan yg extreme mulai dari bore up silinder hingga beli motor impor macam Honda CR, Kawasaki KX atau KTM yg harganya bisa buat beli rumah atau sawah itu🙂 .

Nah, dari fakta di lapangan itulah saya yg sekarang kadang memakai KLX 150 sering diajak & ditantang orang2 trabas agar ikut acara mereka yakni keluar masuk hutan berkotor kotor ria dari pagi hingga petang itu. Saya selalu menolak dg halus berbagai ajakan rider2 trabas itu dg berbagai alasan yg intinya saya tidak berminat dg kegiatan trabas itu. Bukannya saya takut jatuh atau takut masuk hutan yg entah penghuninya menerima kehadiran raungan knalpot trail yg memekakkan telinga itu melainkan memang saya tak ada minat untuk bermain offroad sama sekali!

Selain saya tak minat, alasan lain yakni karena sayang motornya mahal 25 juta dipakai buat jalan offroad gitu hehe. Saya yg bertipe penyayang motor & beraliran vintage ini pasti pengen KLX yg kondisinya standar & sehat karena untuk dipake sehari hari.

Saya adalah tipe rider motor yg menikmati perjalanan saat mengendarainya, tak perlu ngebut kencang & hanya menikmati perjalanan serta pemandangan sekitar. Jelaslah saya tak berminat main trabas seperti itu, saya cukup bepergian ke suatu tempat dg laju sedang sembari menikmati sejuknya angin membelai rambut gondrong saya atau sekedar merasakan jalan aspal yg mulai bercerai itu🙂

Jadi kesimpulannya saya bukan tipe pengendara trail yg suka trabas melainkan saya pengendara trail biasa & KLX saya untuk kegiatan harian yg penuh dg kisah kasih itu🙂

Btw mau TRABAS? silahkan ….🙂

7 pemikiran pada “TRABAS? Maaf Saya tak Minat :)

  1. beda pandangan kue hal biyasa , nyong awale yo ora seneng , tapi nyong dasare biker sing seneng apa baen pokoke roda2 , saiki lagi seneng blusukan trabas *asli pancen trabas awale lewih ngeri katimbang melaju 250km/ jam om hahaha soale trabas main nyali & ketinggian :mrgreen:

    pokoke nyong dolanan montor roda2 apa bae wujude hehehhe

      1. nahhhh berarti wes keton om kenapa sudut pandange beda , meskipun sama sama senang dengan object yang sama tapi memang njenengan lebih suka yang safe hehehe 😀

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s