Assalamu’alaikum teman & ann? semoga semua baik saja🙂

Kali ini saya hendak bercerita tentang ketidak sukaan saya pd sebuah sepeda yg masuk genre touring. Kenapa saya bisa tak suka & kok bisa? berikut ceritanya

Alkisah adik kandung saya memang benar2 seorang petualang sejati,gimana tidak petualang sejati karena adik saya ini bersepeda touring dari Jakarta ke Kebumen dalam waktu 6 hari! edan tenan🙂 . Nah sepeda touring tersebut stay di rumah kami di desa & tentu saja saya terkadang pakai untuk sehari-hari.

14859878_311402369243929_2127369732755656417_o1
Sepeda berteduh di tenda🙂

 

Nah kemarin itu terfikir niat untuk bersepeda lagi bersama pacar eh sepeda touring tsb ke sebuah pantai yg lama sekali saya tak kunjungi. Mungkin  lebih dari 5 tahun atau lebih saya tak ke sana, lain kali saya akan ceritakan tentang pantai tsb🙂 . Saya pun pompa ban sepeda touring yg ukurannya kecil dg angin full agar ringan nanti di jalan. Saya pun mulai kayuh sepeda ke pantai mungkin sekitar 30 km lebih PP🙂

Sepeda touring tsb memiliki pengaturan gear seperti sepeda gunung, jadi kita bisa pindah ke kayuhan super ringan untuk tanjakan atau super berat untuk drag race di jalanan. Karena saya biasa dengan sepeda tua maka saya setel ke mode ringan kayuhannya. Baru saja mengayuh beberapa km pantat saya rasa sakit. Ya pantat saya sangat sakit karena jok sepedanya yg sangat kecil & keras, beda jauh dg sepeda tua saya yg ada shokbreaker pernya🙂 . Bagian tubuh lain yg sakit yakni kedua tangan karena posisi setang yg rendah, layaknya naik motor MotoGP karena membungkuk.

100620142611
Sepeda Touring 

Pertengahan tujuan tubuh mulai tak stabil selain karena pantat & tangan sakit juga karena tubuh mulai lelah karena posisi tubuh yg tak nyaman. Berbagai posisi gear semua saya coba & saya pilih mode paling ringan. Hemm, saya pun putuskan saat itu juga bila sepeda ini bukan jodoh saya nih🙂 , cukup ke pantai ini saja saya berkencan dengan sepeda touring tsb.

Saya pun heran & termenung dg adik saya yg bisa menempuh jarak ratusan kilometer dari Jakarta 6 hari non stop, fikir heran juga pada orang luar negeri yg touring ribuan kilometer dg sepeda touringnya, tak sakitkah pantat mereka qiqiqi😀 . Mungkin tubuh saya yg tidak cocok untuk sepeda ini karena harus yg punya tubuh & power yg kuat untuk mengayuhnya. Sementara itu tubuh saya sudah “berumur” sehingga cukuplah naik BSA atau Harley WL saja hehe.

Sekian cerita saya kali ini tentang sepeda touring, lanjut cerita lain …

#hannagia

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s