Bermain LMDE(Linux Mint Debian Edition)

Bismillah,

Assalamu’alaikum semuanya,

Sunday nite yg cerah hari ini di kota Kebumen, jalanan yg ramai oleh para pemudik yg pulang kampung karena libur panjang di penghujung tahun 2016. Semoga semuanya baik2 saja & hati2 di jalan 🙂 .

Lama sekali saya tak menulis tentang tema Linux atau komputer dikarenakan sistem operasi Linux yg saya pakai beberapa waktu lalu adalah edisi lama sehingga kurang update packagesnya & bila hendak update maka perlu berGiga-Gigabyte koneksi internet 🙂 .

screenshot-from-2016-12-25-220157
Linux Mint Debian Edition 16.11 with Chao Praya Default Wallpaper

Alhamdulillah Alloh memberi saya kesempatan untuk memiliki koneksi internet kencang via Speedy Telkom melalui jalur fiber optik yg tentu saja sangat laju internetnya haha 😀 . Terima kasih saya sampaikan kepada Adik saya yg telah build internet di rumah yg beliau sendiri adalah seorang desainer grafis  senior 🙂 .

Dengan adanya koneksi internet yg fast ini maka saya manfaatkan untuk melanjutkan hobi bermain saya yaitu bermain Linux yg tentu saja masih “free” 🙂 . Adapun saya tak “menyentuh” Linux selama beberapa bulan bahkan tahun mungkin sehingga banyak hal yg saya terlupa dari sekedar command line console hingga cara installnya. Tak perlu menunggu lama maka saya lekas “bangun” agar Linux ini tak hilang di ingatan saya ini.

screenshot-from-2016-12-25-220917
Tampilan Cinnamon Desktop Environment featuring gnome-terminal

Distro Linux yg biasa saya pakai dulu yaitu family dari distro Ubuntu, sempat mencoba

Tentang distro Linux Rolling Release ini sebenarnya dulu lama sekali pernah saya pakai distro Debian tetapi karena “bosan” maka saya berpindah lain hati hehe 😀 . LMDE

distro lain seperti PCLinuxOS, Debian, Sabayon, Sabily OS, Backtrack & Kubuntu. Dari semua distro Linux yg saya pakai mayoritas bukan versi Rolling Release kecuali Sabayon & Debian. Sedang Ubuntu serta familinya ada yg versi LTS(5 tahun) & versi biasa(lupa saya 2 atau 3 tahun supportnya).

Masing2 versi distro Linux memiliki kelebihan & kekurangan masing2 tergantung kebutuhan user itu sendiri, sedangkan lama supportnya juga tergantung penilaian masing user itu juga. Semisal bagi user Linux yg suka memakai distro Linuxnya yg selalu “baru” maka bisa coba pakai distri Linux yg supportnya 2 atau 3 tahun itu, setelah waktu habis maka perlu new fresh install lagi hingga akhirnya distro Linuxnya pun benar2 baru terpasang di PCnya.

Untuk distro Linux versi LTS atau Long Term Support maka usia pakainya lebih panjang yakni 5 tahun semisal distro Linux Ubuntu LTS 16.04. Selama 5 tahun itu kita tak perlu install ulang baru & selama 5 tahun itu pula kita pakai hingga puas & “free”.

screenshot-from-2016-12-25-220525

Rolling Release adalah masa pakai distro Linux yg sangat lama bahkan bisa dibilang bisa dipakai selamanya asal rajin update & upgrade packagesnya. Untuk Rolling Release ini kita hanya install 1 kali saja lalu kita tak perlu install ulang baru lagi beberapa tahun kemudian karena usia pakai distro Linux Rolling Release ini memang sangatlah panjang & tak ada batasnya menurut saya. Nah, tentu saja distro macam Rolling Release ini sangat  bagus karena only 1 install & bisa kita pakai untuk selamanya  😀 . Karena keunggulan ini maka saya kali ini memutuskan untuk memakai distro Linux yg Rolling Release yaitu distro Linux Mint Debian Edition atau LMDE!

Tentang distro Linux Rolling Release ini sebenarnya dulu lama sekali pernah saya pakai distro Debian tetapi karena “bosan” maka saya berpindah lain hati hehe 😀 . LMDE sekarang yg saya pakai versi 16.11 yg juga masih famili dari distro Debian, saya unduh langsung file installer ISO yg besar sekita 1.5 GB & sukses saya download dlm waktu yg singkat karena speed mencapai 1000 kBps haha 😀 .

Sempat ada problem sedikit yaitu saya perlu hard disk eksternal untuk memindahkan data saya & LMDE tak bisa booting via USB. Alhamdulillah akhirnya saya burn image LMDE ke DVD & bisa dipakai untuk installasinya dg lancar. Untuk installasinya juga sama seperti distro Linux lainnya hanya saja tampilan LMDE ini memakai DE Cinnamon.

Installasi selesai, tampilannya simpel, multimedia ready & bisa langsung deteksi wifi Telkom di rumah dg baik. Jadi LMDE siap digunakan di laptop Lenovo saya & sekarang saya hanya perlu rajin update & upgrade packagesnya tanpa perlu install ulang di lain waktu.

Untuk sementara saya nikmati dulu memakai distro Linux LMDE ini, bahkan mungkin saja bila saya bosan maka bisa berpaling pd yg lain lagi qiqiqi 😀

So, Long Life Linux 😀

Wassalamu’alaikum …

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s