Evolusi E-Toll

Bismillah

Assalamu’alaikum

Keramaian kasus e-toll yang sempat booming kemaren ternyata sudah tak tersisa lagi kabarnya. Sebuah terobosan dari pemerintah negeri ini meski ada pro kontra, sebagai rakyat kita wajib taat apapun resikonya.

Sebagai driver dari desa, saya merasakan langsung pemakaian e-toll yang menurut kabar burung entah burungnya siapa bahwasanya e-toll berlaku di seluruh jalan toll di negeri ini so cash pay is gone. 
E-toll sudah berlaku saat saya hendak melintas tol Bawen-Semarang, berbagai spanduk pemberitahuan pemakaian e-toll bertebaran sebelum masuk GTO. Sebagai driver desa yang gagap info ini tentunya membuat kami sedikit kebingungan penuh tanda tanya, opo meneh iki etoll?

Kami mampir sejenak di kantor sekaligus rest area tol Bawen, saya masuk ke ruangan Kepala pihak tol dan bertanya-tanya layaknya wartawan tentang e-toll ini.

Alhamdulillah Kepala pihak tol ini sangat co operasi dan kami dijelaskan dengan rinci tentang e-toll dan kami disarankan untuk membeli kartu perdana e-toll seharga Rp. 50 ribu berisi pulsa Rp. 50 ribu dan cukup untuk melintasi tol Bawen-Semarang PP.

Penggunaan e-toll ini cukup mudah dan efisien, tinggal tempel saja card di boxnya lalu pintu terbuka. Sebagai orang desa tentu saja saya masih takjub dengan teknologi canggih ini dan tak ada di koya saya hehe.

Sebagai orang desa yang jarang memakai jalan tol serta e-toll,  ada sedikit ide yang mungkin bisa diaplikasikan bagi kami-kaki ini yang jarang memakai tol dan e-toll. Ide saya yakni bisakah pemerintah membuat inovasi e-toll yang tak memakai card dan memakai sistem barcode pada smartphone sehingga nanti pembayaran menggunakan pulsa kartu selulernya?

Kenapa saya punya ide seperti itu? tak lain tak bukan karena bagi kami orang desa yang jarang memakai jalan tol dan e-toll yang mengharuskan penggunaan kartu e-toll yang berisi pulsa dengan besaran tertentu. Andai kami hanya lewat tol dan tersisa pulsa e-toll dengan nominal uang banyak maka uang kami akan tertahan di kartu tersebut padahal kami belum tentu memakai kartu e-toll lagi.

Meski pulsa kartu e-toll tanpa masa kadaluwarsa dan bisa dipakai lagi kapan saja maka menurut saya terasa sayang karena uang sisa yang tertahan di kartu. Tentu saja bila memakai sistem barcode di smartphone dengan memotong pulsa kartu seluler akan jauh menjadi efisien dan hemat lagi kan?

Saya tak mengatakan bila sistem e-toll yang sekarang itu jelek, sama sekali tidak. Saya hanya ingin e-toll berevolusi lagi menjadi lebih canggih dengan media smartphone kita hehe.

Sekian dulu ah, semoga dreams comes true.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s