Driving Honda CRV Ke Bandung

Bismillah

Assalamu’alaikum

Alangkah terkejutnya saya saat jam 11 malam datang sebuah mobil langka berwarna hitam yang ternyata akan saya bawa nanti ke Bandung, sebuah mobil Honda CRV 2000 cc tahun 2004 menggantikan Panther Hi Grade 2300 cc milik sepupu saya.

Langsung saja saya bersiap untuk driving long distance ke Bandung dengan CRV bertransmisi matic yang letak tuas gearnya agak aneh karena terletak di dasbor depan sebelah kiri steer. Eh saya nyari hand brake CRV ini ga ketemu dan ternyata letaknya di dasbor juga sebelah kiri dan ternyata desain tuas hand brake nya sangat berbeda dengan umumnya mobil.

 

20180330_143844-1830432009.jpg
Mampir Cibaduyut Bandung

Sebelum berangkat, saya sempatkan cek lampu mobil dan ketahuan lampu utama depan kiri mati satu dan ownernya cuek saja dan menyuruh saya tetap berangkat meski saya agak takut driving dengan lampu yang menyala sebelah ini..

Tempat duduk hanya 5 seater include saya,berhubung membawa penumpang lebih 2 maka penumpang lain harus duduk di bagasi belakang hehe.

Setelah menyesuaikan kenyamanan tempat duduk dan pakai seat belt lalu langsung saya geser tuas transmisi ke D dengan injak pedal rem terlebih dulu.

20180330_143859718773514.jpg
CRV Dashboard

Seperti biasa mobil matic memiliki rem yang sangat pakem sehingga saya sempat rem mendadak meski saya injak pelan-pelan tapi nantinya terbiasa kok membawa CRVnya. Saat posisi D, laju mesin sangat slow dan tak responsif meski sudah kick down bila ingin over take.

Untuk perjalanan jauh ke Bandung di malam hari yang perlu power akslerasi untuk overtake bus atau truk maka saya memakai mode O/D off yang caranya dengan menekan tombol O/D off pada tuas transmisinya lalu seketika mesin bisa berteriak pada rpm tinggi sehingga didapat akselerasi yang cepat untuk mendahului kendaraan di depan. Setelah selesai over take tak lupa saya mengaktifkan lagi O/D agar transmisi pindah ke gear tinggi agar menghemat bensin tentunya.

Memasuki daerah Wangon dengan kontur pegunungan maka saya jelas O/D off dan bila menemui turunan atau tanjakan terjal maka saya pindah ke posisi 2 agar bisa mendapat engine brake. Hingga kemudian nanti sampai di Cicaheum Bandung dengan selamat Alhamdulillah.

CRV matic ini sebenarnya mobil yang nyaman dengan power yang besar mengingat mesin 2000 cc, driver dimanjakan dengan steer yang dapat diatur naik turun dan kursi dapat di naik turunkan juga. Sayangnya posisi tuas yang ada di depan dasbor saya kira agak kurang nyaman bagi saya untuk menggapainya.

Selain itu saya rasakan CRV ini kok sepertinya suspensinya sangat keras, entah karena asli seperti ini atau minta ganti suspensi kali mengingat mobil ini baru dibeli yang tentu saja ada PRnya.

Untuk konsumsi bensin juga saya kira tak boros karena Kebumen-Bandung PP menelan pertalite sekitar Rp. 500 ribu full penumpang dengan mesin 2000 cc.

Demikian lah tes drive CRV matic ke Bandung, semoga lain waktu bisa test mobil lainnya. Wassalamu’alaikum

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s