Gimana Rasanya Bawa Ambulance High Speed? Ngeri Ngeri Sedap Om

Assalamu’alaikum,

Suatu ketika saya dimintai tolong oleh kawan untuk mengantar seorang Nenek yang akan kontrol rutin di rumah sakit Dr. Sardjito Jogja, adapun driver default sedang berhalangan sehingga perlu mencari driver lain yang siap gas.

stand by waiting

Saya menerima titah kawan saya tersebut padahal saya belum pernah bawa Ambulance sebelumnya, eh akhirnya ada kernet yang disiapkan untuk menemani saya ke Hospital.

Kernet tersebut katanya sudah berkali kali ikut Ambulance untuk menemani drivernya agar tidak kesepian, okelah bisa membantu saya nih nanti.

Hari H dimulai, unit Ambulance memakai armada Daihatsu GranMax tipe D yang non PS 1.3 cc dan suspensinya kaya gerobak ckck.

Lanjut sang kernet mengajari saya tentang cara menyalaka lampu rotator dan playing sirinenya.

numpang parkir di halam rumah orang

Usai briefing kilat, kita berangkat ke rumah pasien. Lah si kernet ini menyalakan lampu rotator sama sirinenya padahal ga ada pasiennya, walhasil di jalan kita jalan menerobos traffic light ckck.

Usai menjemput pasien lalu kita berangkat ke Jogja via jlss agar lekas sampai dan jalannya juga mulus sehingga bisa highspeed nantinya.

Lagi lagi si kernet ini menyalakan lampu rotator dan sirine lagi, membuat saya tegang dan jantung berdebar kencang.

Karena terbawa suara sirine yang meraung raung, membuat saya benar benar tegang terbawa kondisi darurat sehingga saya berlari hingga 120 kph di jalan raya ckck.

Si kernet juga menyuruh saya untuk menerobos traffic light meski red light, saya yang taat peraturan agak ketar ketir menerobos red lightnya.

Akhirnya dengan mendengar titah si kernet tsb saya melintasi jalanan sesuai prosedurnya ( kata kernet ), alhasil saya mencapai rumah sakit Dr. Sardjito dalam waktu 1 jam dengan jarak tempuh 100 km lebih.

Jujur saja, selama di jalan jantung saya berdegub sangat kencang dan mungkin bisa disamakan saat Alex Rins saat sedang fight dengan Fabio Quartaro rebutan juara 1!.

Gimana tidak deg degan hati ini, traffic light kita terjang dan di jalan kita head to head dengan kendaraan lain agar bisa lebih cepat sampai di tujuan.

Usai selesai job dari Jogja, saya mencari info yang benar tentang Ambulance. Dan saya baru tahu jika pasien yang akan kontrol tak perlu pake sirine dan cukup lampu rotator saja karena tidak darurat. Baru bila darurat seperti hendak rujuk pasien bisa memakai sirine dan rotatornya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s