How To Enable Sound In LMDE LXDE

Bismillah

Assalamu’alaikum

Di pertengahan malam menjelang pagi ini akan saya tulis sebuah artikel tentang cara untuk mengaktifkan suara atau sound  laptop yg memakai OS LMDE LXDE. Dengan bergantinya tampilan DE dari Cinnamon ke tampilan LXDE ternyata tak semulus wajah saya melainkan ada semacam problem2 yg insya Alloh ada solusinya. Salah satu problem yg saya alami yaitu non aktifnya sound sehingga saya tak bisa mendengar suara dari file mp3 atau file audio/video lain meski file sudah di-play.

Lanjutkan membaca “How To Enable Sound In LMDE LXDE”

How to Enable Touchpad Laptop (LMDE LXDE)

Bismillah

Assalamu’alaikum

Karena keterbatasan memori laptop yg hanya 1 GB mengakibatkan tersendatnya kerja Linux LMDE Cinnamon, bahkan berulangkali hang karena overwork. Oleh sebab itu saya menggunakan solusi memakai DE yg ringan yaitu LXDE, solusi selain itu yaitu upgrade memori.

Screenshot from 2017-04-18 20:44:30

Lanjutkan membaca “How to Enable Touchpad Laptop (LMDE LXDE)”

How to Moving Top Panel to Bottom in LMDE XFCE?

Bismillah

Assalamu’alaikum semua,

Di laptop lenovo saya ini sekarang saya pakai OS Linux LMDE Cinnamon, tetapi karena keterbatasan memory laptop yg hanya 1 GB & beberapa GB swap masih belum bisa “aman” untuk berlari kencang. Dengan desktop standar yakni Cinnamon interface, sangat terasa saat-saat lag bahkan hang saat dipakai beraktivitas online. Oleh karena problem tsb maka saya memutuskan untuk menggunakan interface lain yg hemat memory seperti xfce4 or lxde.

workspace-4_023
Bottom Panel LMDE xfce

Lanjutkan membaca “How to Moving Top Panel to Bottom in LMDE XFCE?”

Error Copy-Paste in LMDE Cinnamon

Bismillah,

Assalamu’alaikum…

Kemarin saya mencoba untuk back up data di laptop & saya copy ke HD eksternal melalui OS Linux Mint Debian Edition. Besarnya data yg nak saya salin mungkin sekitar hampir 100 GB ke dalam HD eksternal. Proses penyalinan pun seperti biasa yaitu pilih file-nya lalu Copy diteruskan klik kanan di HD eksternal lalu Paste.

screenshot-from-2017-01-22-230101
Copy File via Terminal Succes 🙂

Proses copy awalnya berlangsung seperti biasa tetapi saat mencapai 300 MB kok ini laptop tiba2 hang & tak bisa dipakai lagi. Masuk command line mode pun sama yaitu hang tak bisa diproses. Jalan akhir problem hang tsb tentu saja saya hard shutdown!

Lanjutkan membaca “Error Copy-Paste in LMDE Cinnamon”

Bermain LMDE(Linux Mint Debian Edition)

Bismillah,

Assalamu’alaikum semuanya,

Sunday nite yg cerah hari ini di kota Kebumen, jalanan yg ramai oleh para pemudik yg pulang kampung karena libur panjang di penghujung tahun 2016. Semoga semuanya baik2 saja & hati2 di jalan 🙂 .

Lama sekali saya tak menulis tentang tema Linux atau komputer dikarenakan sistem operasi Linux yg saya pakai beberapa waktu lalu adalah edisi lama sehingga kurang update packagesnya & bila hendak update maka perlu berGiga-Gigabyte koneksi internet 🙂 .

screenshot-from-2016-12-25-220157
Linux Mint Debian Edition 16.11 with Chao Praya Default Wallpaper

Lanjutkan membaca “Bermain LMDE(Linux Mint Debian Edition)”

How to Resolve Tab Completion Problem in Debian/Ubuntu

Asslamu’alaikum temanku semuanya?

Di sore ini saya sempatkan untuk menulis secarik tulisan setelah sekian lama vakum ngeblog. Tema yang saya ambil kali ini yaitu tentang cara mengatasi masalah Tab Completion Terminal baik Debian atau Ubuntu. Yang dimaksud dengan tab completion pada terminal yaitu saat kita menuliskan suatu command kemudian kita tekan tombol Tab maka command tersebut akan muncul dengan lengkap. Sebagai contoh misalnya saya akan menulis command apt-get,  bila saya manfaatkan fitur tab completion ini maka saya cukup menulis command apt-g  lalu tekan tab kemudian command apt-get akan muncul lengkap.

Dibalik manfaat tab completion yang sangat jos ternyata tab completion tersebut tak dapat difungsikan di dalam terminal Ubuntu Natty & Debian Squeeze saya. Pada Ubuntu Natty milik adik saya telah saya coba fitur ini & tak berfungsi sebagaimana mestinya. Pada Debian  Squeeze saya juga mengalami masalah yang sama, tak bisa menggunakan tab completion dengan sempurna.

Namun Alhamdulillah, setelah keluyuran ke sana ke mari saya menemukan petunjuk untuk mengatasi masalah tab completion tersebut. Ada semacam konfigurasi yang perlu diaktifkan agar fitur tab completion sepenuhnya bekerja, berikut caranya

Catatan = petunjuk di bawah ini berlaku untuk Debian Squeeze & Ubuntu Natty, untuk distro lain menyesuaikan

Lanjutkan membaca “How to Resolve Tab Completion Problem in Debian/Ubuntu”

Memasang Globalmenu pada Debian Squeeze

Assalamu’alaikum temanku?

Di halaman FB saya melihat update status kawan saya yaitu om Geazzy tentang pemasangan Globalmenu pada Debian Squeezenya. Saya klik link yang disisipkan oleh om Geazzy & membaca sejenak tentang pemasangan Globalmenunya. Pada artikel Globalmenu tersebut om Geazzy menambahkan repositori ppa Globalmenu stable milik Ubuntu yang hasilnya works  pada Debiannya. Dalam hati pun saya merasa tertantang untuk mencari cara lain untuk memasang Globalmenu ini pada Debian kesayangan. Proses oprek Debian pun mulai lagi saat ini juga 😀 .

Globalmenu di panel

Oh iya, sebelumnya perlu diketahui GNOME Globalmenu adalahh suatu aplikasi penampil menu bar yang muncul pada panel. Mudahnya bisa kita lihat pada panel atas sistem operasi Mac yang berisi menu-menu saat dibuka aplikasi apapun. Seperti itulah kegunaan dari GNOME Globalmenu ini.

Paket Globalmenu ini tentu saja tidak tersedia di reponya Debian, perlu sedikit usaha untuk memiliki Globalmenu ini 😀 . Kemudian saya teringat saat menambahkan repositori tambahan Debian Squeeze kemarin saat memasang aplikasi Dockbarx kemarin, pada repositori Hadret tsb sepertinya memiliki banyak paket yang menarik saat saya lihat sepintas. Lalu saya iseng-iseng membuka Synaptic & mencari paket Globalmenu. Asyikkkk, ternyata paket Globalmenu memang telah tersedia di repositori Hadret & saya tinggal memasangnya saja.

Lanjutkan membaca “Memasang Globalmenu pada Debian Squeeze”

Memasang Dockbarx di Debian Squeeze :D

Assalamu’alaikum temanku?

Malam sudah semakin larut, satu per satu teman-teman saya sudah mulai offline & saya sendiri masih melek tanpa dosa :D. Daripada bengong di depan laptop Lenovo sendirian  saya manfaatkan untuk mengupdate blog lagi, mumpung ada ide & semangat. Pada malam ini saya akan membahas tentang pemasangan aplikasi Dockbarx pada Debian Squeeze. Adapun pemasangan Dockbarx pada Ubuntu sangat mudah & tersebar di internet. Karenanya Debian menjadi target kelinci percobaan pada malam ini.

Dockbarx on my Debian Panel

Sebelum ke pemasangan, saya uraikan tentang Dockbarx ini sedikit. Dockbarx adalah semacam windows list yang terletak di panel & menampilkan window yang aktif. Untuk mudahnya tampilan Dcokbarx ini seperti tampilan window listnya Windows 7 yang tampilannya kotak persegi & bukan seperti kotak persegi panjang seperti window list default Debian. Dengan memasang aplikasi Dockbarx ini tentu saja akan mendongkrak  tampilan desktop serta menghemat ruang dalam panelnya. Tetapi pemasangan Dockbarx pada Debian Squeeze juga tidak mudah layaknya Ubuntu karena Debian ini tidak menyediakan ppa serta tidak ada dalam repositori aslinya. Untuk dapat memasang Dockbarx pada Debian Squeeze, kita perlu memasang repositori dari Hadret yang bersifat unstable & experimental. Perlu juga dipahami dengan dipasangnya repositori tidak resmi Debian ini maka kita mananggung sendiri resikonya nanti. Baiklah, langsung saja ke tkp 😀 – koneksikan Debian Squeeze dengan internet & buka terminal – masuk sebagai root dengan ketik su & tulis passwordnya – ketik command berikut untuk masuk ke dalam sources.list Debian nano /etc/apt/sources.list lalu enter. akan muncul konfigurasi sources.list pada terminal Debian. Kemudian salin repositori berikut & paste di dalam konfigurasi sources.listnya Lanjutkan membaca “Memasang Dockbarx di Debian Squeeze :D”

Memasang Font Droidsans (Android Font) di Ubuntu/Debian

Assalamu’alaikum semuanya?

Berawal saat ada komentar di postingan saya tentang font Ubuntu dari om Seno bahwasanya ada font lain yang menarik yaitu Droidsans, saya langsung browsing segera. Didapatlah sebuah font yang diciptakan oleh Google Developer yang bernama Droidsans & dipergunakan juga pada produk gadgetnya yaitu Android. Untungnya kita dapat mengunduh secara manual file ttfnya & dapat dipasang di Linux.

Droidsans Font

Pada kali ini saya lagi-lagi akan mencoba memasang font Droidsans pada Debian/Ubuntu, berikut langkahnya

– unduh file ttf Droidsans di sini atau langsung saja ke web http://www.fontsquirrel.com/fonts/Droid-Sans. Ukuran filenya kecil kok, hanya 166.3 KB.

– setelah diunduh lalu ekstrak file zipnya & akan terbentuk folder ekstrak Droid-Sans

– buka terminal lalu masuk direktori Downloads dengan cara ketik cd Downloads  lalu enter

Lanjutkan membaca “Memasang Font Droidsans (Android Font) di Ubuntu/Debian”

Memasang Font Ubuntu Secara Offline di Debian/Ubuntu

Assalamu’alaikum semuanya?

Terima kasih saya sampaikan bagi teman-teman yang sering mampir ke blog saya kendati isinya tidak woww 😀 . To the point, kita tahu bahwa Ubuntu telah memiliki font huruf tersendiri & telah dipasang secara default pada versi Maverick ke atas(kalau tidak salah hehehe). Font ciptaan Ubuntu ini terlihat sangat khas lho & bagus sekali tampilannya. Oleh karena itu saya ngotot untuk memakai font ini pada Debian Squeeze serta Ubuntu Lucid yang notabene belum ada font Ubuntunya. Oh iya, untuk informasi lain tentang font ini silahkan berkunjung ke http://font.ubuntu.com/

Permasalahan menarik yang saya hadapi yaitu saya tidak mendapati cara pemasangan font ubuntu ini pada Debian Squeeze. Rata-rata pemasangan font ubuntu di internet menggunakan ppa sedangkan pada Debian tidak menyediakan fitur ppa. Selain itu saya juga sangat teramat malas menggunakan ppa font ubuntu ini pada Ubuntu Lucid karena proses pengunduhannya lama sekali mengingat kemampuan koneksi inet saya yang pas-pasan. Oleh karena kenyataan tersebut saya mencari cara untuk memasang font ubuntu secara offline & memasang manual tanpa ppa sehingga bisa dipasang pada distro Debian Squeeze & distro lain.

Berikut caranya (berlaku di Debian serta Ubuntu, untuk distro lain saya rasa sama)

– unduh font ubuntu berformat zip sebesar 1.5 MB di sini, kemudian ekstrak & terbentuk folder ubuntu-font-family-0.71.2

– oh iya, file hasil unduhan serta folder ekstrakannya berada di direktori Downloads. Buka terminal lalu ketik cd Downloads lalu enter untuk masuk ke direktori Downloads

– untuk memuat font ubuntu ke dalam sistem Debian/Ubuntu maka kita perlu memindahkan/menyalin file ttf ubuntunya ke direktori /usr/local/share/fonts.

pada Debian, proses pemindahan/penyalinan file ttf ubuntunya sebagai berikut

1. masuk sebagai root dengan ketik su lalu enter & masukan password.

Lanjutkan membaca “Memasang Font Ubuntu Secara Offline di Debian/Ubuntu”