Bismillah Wassalamu’alaikum

Menjelang senja, langit kota Kebumen mulai mendung hitam & merembet ke arah selatan yg tak lain di atas langit rumah sayapun mulai menghitam😀

Baiklah sembari menunggu tangisan langit mendung, saya akan menulis tentang pengalaman saya mengemudikan mobil diesel Isuzu Panther plat AG blue 1996. Alkisah suatu hari ada seorang teman yg membutuhkan mobil Kijang Super yg biasa saya bawa, Qadarulloh esoknya pentil ban tubelessnya sobek saat dicuci & bocorlah angin dalam bannya dengan sukses. Karena waktu yg mepet maka saya tak sempat mengganti dg ban cadangan. Lalu dengan semangat 456 saya keluar mencari mobil & Alhamdulillah ada seorang tetangga yg bersedia meminjamkan Panther birunya pd saya, terima kasih ya pak Haji🙂

higrade

Mobil Panther Biru pak Haji masih tidur nyenyak saat saya datang meminjamnya, tak lama pak Haji memanasi Panthernya sampe siap jalan. Sayapun masuk ke kabinnya yg mayan luas ini, moncong depan juga kelihatan meski tak sebanyak Kijang Superku😀 .

Jok mobil  Panther ini nyaman dibanding jok Kijang Superku, kaki coba meraih pedal gas, kopling & rem. Injak pedal gas  mesin dieselnya pun  menyalak, AC nyala tapi ga dingin & keluar angin panas😀 .

Di dashboard Panther ada Speedo,Tacho,Odometer yg mudah dilihat, stick gearnya juga enak digenggam & dipindah2. Melihat kabin belakang pun terasa luas, jok belakang face to face seperti Suzuki Carry saya dulu.

Waktunya jalanin Panther, injak kopling masuk gear 1 tambah gas dikit lalu jalan Panthernya. Oh ya sebelumnya saya belum pernah bawa mobil diesel & bisa dikata pertama kalinya saya pake mobil diesel ya panther ini loh😀 . Di jalan desa masih berjalan pelan & hanya nambah gear 2, keluar jalan utama maka waktunya membangunkan Panther dari tidurnya😀 .

88428608_54dafd4da59c4

Disaat inilah saya agak merasa heran dengan power Panthernya, start dari gear 2 saya tambah gasnya kok ga lari2? tetapi bila saya masuk ke gear 3 barulah Panther biru itu bisa naik speednya sampe tambah gear 4. Itupun pas digas mendadak pd gear 3 juga naiknya ga secepat Kijang Superku loh. Disinilah saya terheran-heran dgn lari panther hehe. Dengan kondisi seperti ini saya tak bisa mengemudi seperti pd mobil bensin yg fast & serius tapi berbalik menjadi slow but sure.

Nah sekarang saya tau gimana performa mesin diesel terlebih Panther 96 yg harus sabar bawanya hehe. Dan juga konsumsi solarnya yg saya kira irit bgt ternyata selisih sedikit dg Kijang Superku🙂 . Sayapun sempat ngobrol sebentar dg pak Haji pemilik Panther kok Panthernya larinya gini, pak Haji bilang memang Panther kaya gitu & kalo ingin kencang harus ancang2 gitu🙂

Demikian cerita saya saat meminjam Panthernya pak Haji, sekian & Wassalamu’alaikum

Sumber Foto olx

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s