Pengalaman Mengemudikan Avanza Matic

Assalamu’alaikum

Beberapa waktu yg lalu saya iseng tes drive Avanza matic milik sepupu, penasaran saya sangat memuncak karena saya memang tak familier dg mobil matic.

Masuk ke kabin Avanza matic disuguhi sebuah gear shift matic dg option P R N D 3 2 1. Berbekal pengetahuan seadanya dari internet tentang mobil matic, saya injak pedal rem terlebih dulu saya hidupkan dulu mesinnya. 

Tuas matic yg tadinya di opsi P saya move ke N karena seingat saya saat posisi P maka oli transmisi berhenti bekerja & tentu saja transmisi harus terlumasi sebelum driving dg opsi di N sembari manasin mesinnya.

Fotonya Kakaknya Avanza

Setelah dirasa cukup lalu saya injak lagi brake pedal lalu saya pindah shiftgear ke D, tunggu beberapa saat lalu lepas rem tangan & Avanza melaju sendiri meski throtle pedal tak saya injak.

Avanza melaju perlahan tanpa tersendat dan saya injak pedal gas perlahan berikut persneling matic berpindah ke gigi 2 dengan adanya jeda waktu. Jeda waktu perpindahan ke gigi 2 mayan lama dan sangat mengganggu karena adanya lag sehingga laju mesin agak tertahan akibat adanya jeda tersebut. Untuk perpindahan ke gigi lain lebih baik karena jedanya tidak terlalu lama seperti pindah ke gigi 2 tadi.

Saya kemudikan avanza ini awalnya pelan2 dulu sambil mencoba membiasakan feel matic pd jiwa saya, lalu kemudian mode  cruising  luar kita saya mulai yakni full speed & overtaking. 

Percobaan pertama overtaking angkot,seingat saya saat itu posisi gigi 3 masih di opsi D. Berdasar pengetahuan saya bila ingin   menambah akselerasi semisal akan mendahului kendaraan didepan maka bisa melakukan kick down agar transmisi turun 1 gear untuk menambah kecepatan akslerasi mobil saat hendak mendahului. 

Prakteknya di jalanan saat saya kick down alias injak pedal gas dalam agar transmisi turun gigi lah kok jeda waktu pindah turun gigi kok agak lama sehingga saya agak kehabisan waktu kesempatan untuk mendahului angkot tadi. Sungguh jedanya lama saya rasa setelah saya injak pedal gas dalam, rpm mesin naik tapi mobil loss power gitu.

Berdasarkan fakta di atas membuat saya berpikir 2 kali untuk melakukan perjalanan fast & serious dengan avanza matic ini, power matic terlalu halus bahkan mungkin slow bagi saya yang terbiasa dengan mobil manual.

Akhirnya dapat saya simpulkan bahwasanya mengemudikan mobil matic ini tak bisa dibuat cepat layaknya mobil manual yang gas dikit lepas clutch lalu wuzzz gitu. Mungkin tepatnya mobil matic dipakai untuk menikmati jalanan dengan santai & bukan untuk hit run.

Memang mobil matic memiliki kelebihan praktis dalam pengoperasian layaknya motor matic yang hanya gaz & go without shifting gear. Oleh karena kemudahan tersebut maka pantaslah bila mobil matic dipakai untuk bersantai bahkan saat menghadapi kemacetan di jalanan sekalipun.

Mungkin beda ceritanya bila saya driving mobil matic yang dilengkapi turbo, triptronic atau NOS gitu, injek dikit langsung wezzz.

Demikian opini saya tentang mobil matic yang kebetulan saya mencoba Avanza Matic, tak ada maksud black campaign atau sok tahu karena saya memang hanya driver pemula dari desa yang ingin share pengalaman saja.

Sekian …


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s